Asal Usul: Tudor Inggris
Praktik memberi tip dimulai pada tahun 1977 Tudor Inggris (1485–1603), ketika tamu yang bermalam di rumah pribadi akan meninggalkan sejumlah kecil uang — disebut "vails" — untuk pelayan tuan rumah. Pembayaran ini merupakan cara bagi pengunjung kaya untuk berterima kasih kepada staf rumah tangga yang memenuhi kebutuhan mereka selama mereka menginap.
Kata "tip" sendiri masih diperdebatkan asal usulnya. Salah satu teori populer menyatakan bahwa itu berasal "Untuk Memastikan Ketepatan" (T.I.P.), konon ditulis di toples di kedai kopi Inggris. Namun, sebagian besar ahli etimologi menganggap ini sebagai etimologi rakyat. Kemungkinan besar asal usulnya adalah kata slang "tip" yang berarti "melewati" atau "memberi", yang berasal dari 17th century.
Era Kedai Kopi
Oleh 17th century, kedai kopi Inggris – cikal bakal kafe modern – telah mengadopsi praktik ini. Kotak kuningan diberi label "Untuk Memastikan Pelayanan yang Cepat" duduk di meja, mendorong pelanggan untuk memberikan koin untuk layanan yang lebih cepat. Terlepas dari asal muasal kata "T.I.P." yang sebenarnya atau tidak, wadah-wadah ini tentu saja membantu mempopulerkan praktik ini di luar rumah pribadi dan juga di lembaga-lembaga publik.
Kedai kopi adalah pusat sosial pada zaman mereka — tempat berkumpulnya para pebisnis, intelektual, dan politisi. Memberi tip menjadi cara untuk menandakan status dan kecanggihan seseorang. Mereka yang memberi tip dengan murah hati akan menerima kursi yang lebih baik, layanan yang lebih cepat, dan sapaan yang lebih hangat.
Memberi Tip Melintasi Atlantik
Pelancong Amerika di mid-1800s mendapat tip saat berkunjung ke Eropa dan membawa pulang kebiasaan tersebut, memandangnya sebagai tanda kecanggihan duniawi. Awalnya, banyak orang Amerika yang menolak praktik ini karena menganggapnya sebagai hal yang mendasar tidak Amerika dan tidak demokratis.
"Memberi tip, dan gagasan aristokrat yang diwakilinya, adalah hal yang membuat kita meninggalkan Eropa untuk melarikan diri." — Pendukung anti-tipping, awal 1900s
Kritikus berpendapat bahwa pemberian tip menciptakan kelas pelayan yang tidak sejalan dengan cita-cita kesetaraan di Amerika. Praktik tersebut dipandang sebagai bentuk suap yang melemahkan prinsip bahwa semua pelanggan harus menerima layanan yang sama tanpa memandang kekayaan mereka.
Gerakan Anti Tipping
Yang awal 1900s melihat gerakan anti-tipping yang sengit di Amerika. Antara tahun 1909 dan 1919, enam negara bagian AS mengesahkan undang-undang anti-tipping, membuat gratifikasi menjadi ilegal. Negara bagian Washington mengenakan denda kepada pemberi tip dan penerima.
Buku William Scott tahun 1916 "Telapak Tangan yang Gatal" disebut memberi tip "bukan orang Amerika" dan membandingkannya dengan bentuk feodalisme. Serikat pekerja menentangnya karena pengusaha menggunakan tip sebagai alasan untuk membayar upah lebih rendah. Meskipun ada tentangan, undang-undang tersebut sebagian besar tidak dapat diterapkan dan semuanya dicabut pada tahun 1926.
Larangan dan Maraknya Pemberian Tip
Larangan (1920–1933) secara tidak sengaja membantu budaya tipping semen. Ketika alkohol dilarang, restoran kehilangan sumber pendapatan paling menguntungkan – penjualan minuman. Sebagai kompensasinya, banyak perusahaan menurunkan gaji staf dan mendorong pelanggan untuk memberi tip, sehingga secara efektif mengalihkan biaya tenaga kerja ke pengunjung.
Setelah Larangan berakhir, pemilik restoran sudah terbiasa dengan biaya tenaga kerja yang lebih rendah. Sistem pemberian tip tetap ada.
Pemberian Tip dan Ketimpangan Ras
Sejarah pemberian tip di Amerika tidak lepas dari dimensi rasialnya. Setelah Perang Saudara dan berakhirnya perbudakan, banyak mantan budak mendapatkan pekerjaan di industri jasa — sebagai kuli angkut, pramusaji, dan pekerja rumah tangga Pullman.
Pengusaha menggunakan pemberian tip sebagai cara untuk menghindari membayar gaji tetap kepada pekerja kulit hitam. Itu upah subminimum bagi pekerja yang diberi tip — yang masih ada hingga saat ini di $2.13/hour secara federal — berakar pada praktik ini. Para pendukung reformasi tipping modern menunjuk pada sejarah ini sebagai alasan untuk merestrukturisasi sistem secara mendasar.
Lanskap Tipping Modern
Saat ini, pemberian tip di Amerika Serikat telah berkembang secara signifikan:
- Persentase yang diharapkan telah meningkat — dari 10% di 1950s hingga 15-20% (atau lebih) hari ini
- Pemberian tip telah meluas melampaui restoran hingga kedai kopi, truk makanan, dan bahkan kios swalayan
- Pembayaran digital telah memperkenalkan "petunjuk tip" di tempat penjualan, menciptakan tekanan untuk memberi tip dalam situasi yang tidak diperkirakan sebelumnya
- "Tipflasi" — fenomena peningkatan jumlah tip yang disarankan (20%, 25%, 30% adalah petunjuk umum)
- Beberapa restoran telah bereksperimen dengan model tanpa tip, dengan memberikan gaji pokok yang lebih tinggi kepada staf
Gambaran Global
Meskipun pemberian tip masih dominan di AS dan Kanada, gambaran yang beragam muncul di negara-negara lain di dunia. Jepang menganggap pemberian tip tidak sopan. Biaya layanan dimasukkan ke dalam tagihan di sebagian besar Eropa. Australia dan Selandia Baru memberikan gaji yang layak kepada para pekerja di sektor jasa, sehingga memberi tip sebagai bonus dan bukan suatu keharusan.
Perdebatan yang sedang berlangsung mengenai pemberian tip mencerminkan pertanyaan yang lebih mendalam tentang ketenagakerjaan, keadilan, dan bagaimana masyarakat memilih untuk memberi kompensasi pada pekerjaan jasa. Apakah pemberian tip pada akhirnya akan berkurang atau terus bertambah tetap menjadi salah satu pertanyaan paling menarik dalam perhotelan modern.
Hitung Tip Anda Hari Ini
Apa pun pendirian Anda mengenai sejarah dan masa depan pemberian tip, kenyataannya pemberian tip tetap merupakan praktik yang penting di banyak negara. Gunakan kami Kalkulator Tip gratis untuk mempermudah perhitungan — dengan pemisahan tagihan, konversi mata uang, dan komprehensif panduan tip untuk setiap situasi.